Sejarah Singkat BPR. Artaswasembada Mojosari



Sejarah Singkat Perusahaan Berdirinya Perusahaan Industri jasa Keuangan PT BPR Artaswasembada Mojosari tidak lepas dari kejelian para pendirinya dalam membaca peluang yang ada. Disatu sisi pada saat itu masyarakat sangat membutuhkan jasa pelayanan perbankan, terutama masyarakat kecil pedesaan yang merasa sulit untuk akses kepada bank-bank besar yang banyak berdiri hanya di kota, dan disisi lain pemerintah melalui kebijaksanaan Paket 27 Oktober 1988 memberikan kemudahan bagi para pemilik modal untuk mendirikan perusahaan bank, termasuk BPR yang mempunyai wilayah kerja di suatu Kecamatan tertentu.
PT BPR Artaswasembada Mojosari secara hukum telah sah dan resmi sebagai perusahaan perseroan terbatas di bidang perbankan setelah mengantongi beberapa perijinan atau persetujuan yaitu :33Persetujuan Atas Akta Pendirian Perseroan Terbatas, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-6206.HT.01.01.Th.’90Persetujuan Prinsip Pendirian Bank Perkreditan Rakyat, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 5-694/MK.13/1990 tanggal 17 Mei 1990.Ijin Usaha atau Ijin Operasional, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-013/KM.13.1991 tanggal 12 Januari 1991.Nomor Pokok Wajib Pajak No. 1440.04B.5-602.Secara hukum perusahaan ini telah berdiri sejak 12 Januari 1991, tetapi pada prakteknya baru diresmikan operasionalnya pada 28 Februari 1991.Lokasi Perusahaan PT BPR Artaswasembada MojosariBerdasarkan beberapa pertimbangan yang menyangkut faktor-faktor yang mendukung kelancaran jalannya Usaha, PT BPR Artaswasembada Mojosari menetapkan kedudukan perusahaan yang tercantum dalam perijinan yaitu di : Jalan Hayam Wuruk No. 48 Mojosari, Mojokerto. Yang berdiri di atas tanah dan bangunan yang sama luasnya yaitu ± 120 M2 atau 6 kali 20 meter.Beberapa pertimbangan yang dijadikan dasar pemilihan lokasi ini adalah :

1. Faktor Ekonomis.

  a. Kota Mojosari merupakan pusat kota Kabupaten Mojokerto, berpenduduk cukup padat, bidang Usaha cukup variatif, mobilisasi Usaha tinggi, 
      prediksi perkembangan cukup pesat. Dan jalan Hayam Wuruk merupakan jalan protocol pusat kota. Merupakan sumber dana potensial.
  b. Sangat dekat dengan fasilitas umum seperti pasar besar, rumah sakit, 
      kantor telepon,PLN, PDAM, Sekolahan. Disamping merupakan penunjang kemudahan penyediaan fasilitas kantor BPR ini.
  c. Tenaga kerja banyak tersedia meskipun tidak terlalu banyak yang dibutuhkan karena volume pekerjaan tidak terlalu besar dan hanya 
      mengutamakan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan keahlian di bidang perbankan.
  d. Dalam segmen yang sama, pesaingnya masih sedikit (pada saat berdiri masih ada 2 BPR dan 2 bank umum).
  e. Dekat dengan pusat perdagangan dan perindustrian, yang berpotensi untuk penggalian dana maupun pelemparan dana.
  f. Dimungkinkan BPR ini dapat segera mengembangkan usahanya dengan membuka kantor cabang.

2. Faktor Keamanan dan Sosial 
    
Faktor ini dijamin tidak ada masalah karena memang ditunjang beberapa hal seperti   dekat dengan institusi keamanan (POLSEK, KORAMIL, YONIF LINUD 503), tempat parkir yang cukup dan memadai, tidak menimbulkan polusi, direksi dan sebagian karyawan yang penduduk asli Mojosari yang cukup dikenal dan sering memberikan bantuan sosial kepada lingkungan.Dengan perkembangan Usaha yang  cukup pesat, BPR Artaswasenbada Mojosari membuka kantor cabang di Wilayah Kecamatan Pacet dan Dlanggu, akibatnya volume pekerjaan menjadi meningkat dan  kantor lama di Jl. Hayam Wuruk No. 48 Mojosari akhirnya dianggap tidak memadai. Dan atas seijin Bank Indonesia Surabaya, Kantor PT BPR Artaswasembada Mojosari pindah di Jalan yang sama yaitu Jl. Hayam Wuruk No. 35 Mojosari atau hampir berhadapan dengan kantor lama, sampai sekarang ini. Dengan kantor baru ini lebih representatif dan lebih nampak performance bank-nya.